Kamis, 25 Agustus 2011

Pojok Kata - Namaku Kitab Yang Terlupakan


Aku telah menjadi saksi sejak kau lahir; Sebuah lembaran - lembaran Kalamulloh yang terajut sempurna.

Aku teringat dahulu saat kau timang aku, lalu kau pelajari aku.

Mungkin saat itu umurmu juga masih dini; Namun kau begitu bangga, saat kau mampu mengkhatam aku. Dan kau ceritakan pada orang tuamu, gurumu bahkan teman - temanmu, bahwa kau bisa mengenalku lebih dalam.

Hampir tiap malam kau baca aku, walau mungkin hanya beberapa potong & aku senang.

Kini engkau telah beranjak dewasa; yang penuh kesibukan seiring menyusutnya usiamu.

Mungkin kini aku hanya sebagai penghias rak - rak bukumu.

Atau mungkin terselip kertas- kertas tugasmu yang terkadang berlumur debu.

Saat kau pulang, peranti selulermu sudah kau genggam dah kau lintasi aku sambil lalu.

Hingar bingar TV, mesin bergambar yang siap kau ketik menggantikan merdu suaramu saat kau baca aku.

Akankah kau sempatkan waktu untuk menyentuh & membacaku dengan santun merdumu?

Jangan biarkan aku lusuh tak tersentuh.

Karena aku adalah penjagamu yang abadi sampai kau mati.

Bacalah aku, karena aku bisa menjadi penuntunmu di kala tak ada daya yang mampu menolongmu.

Bacalah aku, karena aku mampu menenangkan kegalauanmu.

Aku hanya bisa mengingatkan selagi aku belum terlalu lusuh.

Sebelum tutup usiamu; Hingga aku menjadi saksi bahwa kau pembaca setiaku,"Al-Qur'annul Kariim"

Ullifna T (Jakarta,07082011)

3 komentar: