Senin, 09 Juli 2012

INTERNASIONAL - Lima Situs Bersejarah Dunia Dalam Kondisi 'Bahaya'



UNESCO menyatakan dari 5 situs ini, situs yang berada di Mali dianggap kondisinya paling riskan. 

 

Masjid Djinguereber Timbuktu, Mali. (LP/thinkstockphoto)

 

JAKARTA, LP - UNESCO baru-baru ini mengumumkan daftar lima situs dunia dalam bahaya atau memprihatinkan. Aksi perusakan dan penjarahan menjadi "penyakit' yang kerap terjadi. Tapi, kondisi ini sulit dicegah dan sering luput dari perhatian.
Daftar ini dibuat sebagai peringatan awal dan kekhawatiran akan kondisi terkini dari situs-situs tersebut. "Daftar Situs dalam Bahaya merupakan usaha untuk menarik perhatian terhadap masalah yang dialami situs tertentu untuk meningkatkan manajemen mereka," kata juru bicara UNESCO Roni Amelan.
Demi memberikan perhatian terhadap kondisi situs, seringkali bantuan internasional dan berbagai ahli dilibatkan. Diharapakan adanya sebuah upaya pelestarian terhadap keberadaan situs-situs tersebut. Berikut adalah Daftar 5 Situs Warisan Dunia dalam Bahaya versi UNESCO:
1. Masjid Djinguereber Timbuktu, Mali
Situs ini dibangun pada akhir abad ke-5 sebagai desa dengan pasar yang sederhana. Namun, Timbuktu berubah menjadi pusat intektual dan spiritual yang penting di bawah dinasti Askia hingga menjelang akhir abad ke-15. Sekarang, muncul keprihatinan internasional terhadap penjarahan dan pengrusakan yang sering terjadi pada situs bersejarah ini.
Insiden terakhir terjadi ketika kelompok bersenjata MLNA dan Ansar Dine melakukan perusakan dan penjarahan terhadap situs ini. Bulan Juni lalu, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova mengungkapkan kekecewaannya atas laporan yang menyatakan bahwa tiga kuburan suci di Timbuktu telah dihancurkan.
"Tidak ada pembenaran untuk kehancuran tersebut. Saya meminta pada semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan tindakan yang mengerikan itu," kata Bokova.
2. Gereja Bethlehem, Palestina
Gereja Bethlehem, yang dipercaya umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, baru saja dinobatkan UNESCO masuk kedalam Daftar Warisan Dunia. Namun, di waktu yang sama pula Gereja Bethlehem masuk dalam Daftar Warisan Budaya Dunia dalam Bahaya pada tahun ini karena kekhawatiran akan kebocoran air yang terjadi. Gereja Bethlehem masuk menjadi situs Warisan Dunia pertama bagi Palestina setelah tahun lalu mendapatkan keanggotan penuh dari UNESCO. Namun, masuknya Bethlehem sebagai warisan dunia masih sedikit kontroversial, mengingat Israel dan Amerika Serikat masih menentang keanggotannya.
3. Liverpool Maritime Mercantile, Inggris
Liverpool menjadi salah satu pusat utama perdagangan dunia di abad 18 dan 19 dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan dari Kerajaan Inggris. Inilah yang membuat Liverpool Maritime Mercantile City masuk dalam Situs Warisan Dunia pada tahun 2004.
Tapi adanya usulan pembangunan Liverpool Waters mengancam cakrawala dan profil dari Liverpool Maritime Mercantile City. Inilah yang membuat situs tersebut masuk dalam daftar lokasi Situs Warisan Dunia dalam Kondisi Bahaya.
4. Portobelo, Panama
Benteng Kolonial di Portobelo dan San Lorenzo pernah menjadi salah satu contoh terbaik arsitekur militer Panama pada abad 17 dan abad 18. Menjadikannya masuk sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1980.

Benteng Portobelo, Panama (LP/thinkstockphoto)
Ironisnya, benteng ini terlihat hanya dari gambar reruntuhan dan meriam berkarat. Menunjukkan pertanda jelas bahwa situs ini telah dilalaikan. Komite Warisan Dunia meminta Panama untuk melakukan peninjauan dan melakukan renovasi terhadap situs benteng kolonial bersejarah ini.




5. Makam Askia, Mali
Makam ini dibangun pada tahun 1485 yang digunakan untuk pemakaman Toure, yaitu raja kuno dari Kekaisaran Songhai. Ini merupakan situs kedua dari Mali yang masuk kedalam Daftar Situs Warisan Dunia dalam Bahaya. Kelompok bersenjata yang saat ini menduduki komplek pemakaman ini dikhawatirkan akan melakukan aksi perusakan.

Makam Askia, Mali (LP/ Thinkstockphoto)


UNESCO menyatakan dari lima Situs Warisan Dunia dalam Bahaya yang dirilis tahun ini, situs yang berada di Mali dianggap dalam kondisi paling ringkih.
Negara yang terletak di Afrika Barat ini sedang mengalami konflik. Persatuan Bangsa-banga (PBB) sampai turun tangan dengan berusaha membantu warga negara Mali meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran di bagian utara negeri itu.
"Peristiwa yang terjadi di Mali bertentangan dengan semangat kerja yang dilakukan oleh UNESCO dan oleh Komite Warisan Dunia," kata Amelan. (tams/ ngi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar