Jumat, 13 Juli 2012

SOSBUD - Inilah Wadah Seniman Indonesia Gali Kembali Budaya Timur

Art Jog 12 dijanjikan akan lebih variatif dengan menampilkan karya seni rupa dari beragam medium.

(LP/thinkstockphoto)

 

Jakarta, LP - Untuk membuktikkan perkembangan seni rupa Indonesia, akan dihelat perhelatan Art Jog 12 pada 14-28 Juli 2012 di Taman Budaya Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pagelaran ini juga jadi ajang pembuktian bagi seniman Indonesia dalam mengekplorasi kembali budaya timur.
Art Jog 12 dijanjikan akan lebih variatif dengan menampilkan karya seni rupa dari beragam medium. Seperti lukisan, grafis, fotografi, video, site spesific installation, dan multimedia dari 155 seniman mancanegara dan Indonesia.
Dengan tema Looking East-A Gaze Upon Indonesian Contemporary Art, seniman Indonesia diharapkan mampu melihat jeli apa yang sedang berlangsung di kawasan timur. Tak hanya itu, even ini menjadi cara bagaimana orang timur membaca ulang dan memposisikan diri di tengah situasi global sekarang.
“Bangsa lain merasa bahwa eksotisme dunia timur sangat merangsang imajinasi mereka, terutama bagi seniman asing yang mendapatkan banyak pengalaman estetis ketika bersinggungan dan mengunjungi dunia timur," kata Kurator Bambang Toko Witjaksono dalam jumpa pers Art Jog 12 di Yogyakarta, Kamis (12/7).
Untuk itulah, tambah Bambang, ketika seniman Indonesia banyak menampilkan karya budaya timur, maka akan banyak seniman asing mengamati perkembangan seni di Asia. Khususnya Indonesia.
Bambang pun berharap lewat even-even seni rupa ini, pemerintah turut melakukan dukungan. Sebab, sinergi antara pemerintah dan seniman sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas seni rupa di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Art Sage Singapore Lorenzo Rudolf mengatakan, bahwa dunia seni Indonesia sangat kuat. “Karena itu (seni) bekerja seperti layaknya sebuah scene. Ia tidak hanya diisi oleh dengan seniman. Menurut saya, tidak ada scene seni di Asia yang cukup kuat dalam konteks kuantitas dikarenakan akumulasi karya dari banyak seniman," kata Rudolf yang juga mantan Direktur Art Basel Swiss. (tams/ngi/*)

1 komentar: